Rabu, 07 Maret 2018

Etika dan Kode Etik Profesi



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Profesionalisme sangat penting dalam suatu pekerjaan, bukan hanya loyalitas tetapi etika profesilah yang angat penting. Etika sangat penting dalam menyelesaikan suatu masalah, sehingga apabila suatu profesi tanpa etika akan terjadi penyimpangan-penyimpangan yang mengakibatkan terjadinya ketidakadilan. Ketidak adilan yag dirasakan oleh orang lain akan mengakibatkan kehilangan kepercayaan yang berdampak sangat buruk, karena kepercayaan  merupakan suatu dasar atau landasan yang dipakai dalam suatu pekerjaan.
Etika profesi dapat diterapkan di segala profesi yang ada dalam kehidupan manusia, oleh sebab itu cakupan etika profesi sangat luas. Segala jenis pekerjaan memiliki aturan main tersendiri. Pada dasarnya etika profesi mencakup beberapa hal pokok yang berlaku umum untuk setiap profesi.

B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian Etika?
2.      Apa pengertian kode etik profesi?
3.      Bagaimana hubungan etika dan kode etik profesi?

C.     Tujan Masalah
1.      Untuk mengetahuai pengertian etika
2.      Untuk mengetahui pengertian kode etik profesi
3.      Untuk mengetahui bagaimana hubungan etika dan kode etik profesi




BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Etika
Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethikos” yang berati timbul dari kebiasaan, adalah cabang utama dari filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis dan penerapan  konsep seperti benar, salah, baik, buruk dan tanggung jawab.[1] Dalam filsafah, etika adalah suatu studi evaluasi tentang perilaku manusia ditinjau dari prinsip-prinsip moral atau kesusilaan. Secara singkat  dapat dirumuskan, bahwa etika adalah suatu sistem prinsip-prinsip kesusilaan atau moral, yang merupakan “Standard” atau  norma-norma bertindak bagi orang-orang dalam suatu profesi.[2]
Etika di dalam Islam  mengacu pada dua sumber, yaitu Al-Qur’an dan Sunnah atau Hadits Nabi. Dua sumber ini merupakan sentral segala sumber yang membimbing segala perilaku dalam menjalankan ibadah, perbuatan atau aktivitas umat Islam yang benar-benar menjalankan ajaran Islam. Masalah etika merupakan pembahasan yang paling dekat dengan tuntunan agama Islam. Karena di dalam etika menjelaskan tentang perilaku dan sikap yang baik, buruk, perilaku yang berdimensi pahala dan dosa sebagai konsekuensi perilaku baik dan buruk atau jahat menurut tuntunan agama Islam.[3] Adapun macam-macam etika,sebagai berikut:
1.         Etika Filosofis
Etika filosofis adalah etika yang menguraikan pokok-pokok etika atau moral menurut pandangan filsafat. Dalam filsafat yang diuraikan terbatas pada baik-buruk, masalah hak-kewajiban, masalah nilai-nilai moral secara mendasar.
2.         Etika Teologis
Etika Teologis adalah etika yang mengajarkan hal-hal yang baik dan buruk berdasarkan ajaran-ajaran agama.
3.         Etika Sosiologis
Etika Sosiologis menitik beratkan pada keselamatan ataupun kesejahteraan hidup bermasyarakat. Jadi etika sosiologis lebih menyibukkan diri dengan pembicaraan tentang bagaimana seharusnya seseorang menjalankan hidupnya dalam hubungannya dengan masyarakat.
4.         Etika Deskriptif
Etika yang berbicara tentang suatu fakta, yaitu tentang nilai dan pola perilaku manusia terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya dalam kehidupan masyarakat.
5.         Etika Normatif
Etika yang memberikan penilaian serta himbauan kepada manusia tentang begaimana harus bertindak sesuai dengan  norma yang berlaku.[4]

B.     Pengertian Kode Etik Profesi
Kode yaitu tanda-tanda simbol yang berupa kata-kata, tulisan atau benda yang disepakati untuk maksud-maksud tertentu, misalnya untuk menjamin suatu  berita, keputusan atau suatu kesepakatan suatu organisasi. Kode juga dapat berarti kumpulan peraturan yang sistematik. Kode etik yaitu norma atau azas yang  diterima oleh suatu kelompok tertentu sebagai landasan tingkah laku sehari-hari di masyarakat maupun di tempat kerja.[5]
Kode etik profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. Dengan demikian kode etik profesi adalah sistem norma atau aturan yang ditulis secara jelas dan tegas serta terperinci tentang apa yang baik dan buruk, apa yang benar dan apa yang salah dan perbuatan apa yang dilakukan dan tidak boleh dilakukan oleh seorang profesional.
Adapun fungsi dari kode etik profesi adalah:
1.         Memberikan pedoman bagi setiap anggota tentang prinsip profesionalitas yang digariskan.
2.         Sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan.
3.         Mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang.[6]

C.     Hubungan antara Etika dan Kode Etik Profesi
Kode etik merupakan etika tertulis yang memiliki kekuatan hukum. Kode etik dibuat oleh institusi atau organisasi yang digunakan sebagai pedoman berdasarkan etika yang sudah ada. Jika anggota dari institusi atau organisasi melakukan pelanggaran biasannya akan diberikan sanksi. Etika dan kode etik memiliki tujuan yang sama yaitu memberitahu mana yang baik dan mana  yang buruk.
Dihubungkan dengan etika suatu kode etik dapat dikatakan mencakup usaha untuk menegakkan dan menjamin etika. Kode etik menimba kekuatan dari etika, tetapi juga memperkuatnya. Kode etik yang tertulis dapat menyumbang bagi pertumbuhan etika dan keyakinan etis bersama. Kode etik menuntut usaha bersama untuk semakin mengerti dan semakin melindungi nilai-nilai manusiawi dan moral profesional.[7]



























BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
1.      Etika berasal dari bahasa Yunani kuno yaitu “Ethikos” yang berati timbul dari kebiasaan, adalah cabang utama dari filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi mengenai standar dan penilaian moral. Adapun macam-macam etika, antara lain: etika filosofis, etika teologis, etika sosiologis, etika deskriptif dan etika normatif.
2.      Kode etik profesi merupakan bagian dari etika profesi. Kode etik profesi merupakan lanjutan dari norma-norma yang lebih umum yang telah dibahas dan dirumuskan dalam etika profesi. Kode etik ini lebih memperjelas, mempertegas dan  merinci norma-norma ke bentuk yang lebih sempurna walaupun sebenarnya norma-norma tersebut sudah tersirat dalam etika profesi. Adapun fungsi-fungsi dari kode etik profesi, antara lain: Memberikan pedoman bagi setiap anggota tentang prinsip profesionalitas yang digariskan, sebagai sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan dan mencegah campur tangan pihak di luar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi. Etika profesi sangatlah dibutuhkan dalam berbagai bidang.
3.      Hubungan etika dan kode etik yaitu kode etik merupakan etika tertulis yang memiliki kekuatan hukum. Kode etik dibuat oleh institusi atau organisasi yang digunakan sebagai pedoman berdasarkan etika yang sudah ada. Jika anggota dari institusi atau organisasi melakukan pelanggaran biasannya akan diberikan sanksi. Etika dan kode etik memiliki tujuan yang sama yaitu memberitahu mana yang baik dan mana  yang buruk.


DAFTAR PUSTAKA
http:/www. Scribd. Com/ doc/ 534005586/ 39/ pengertian-profsi-dan-ciri-cirinya.
http://Sherlyvhandayani.blogspot.com/2014/10/pengertian-fungsi-jenis-peranan-dan.html.
Isnanto, R. Rizal. 2009. “Buku Ajar Etika Profesional”. Semarang:Universitas Diponegoro.
Mudlofir , Ali. 2012. “Pendidikan Profesional (Konsep, Srtategi dan Aplikasinya dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia)”. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada.
Radenmasyonatanpandukristanto.blogspot.co.id/2015/03/hubungan-antara-etika-dan-kode-etik.html?m=1.
Umbu Tagela Ibi Leba dan Sumardjono Padmomartono. 2014. “Profesi Pendidikan”. Yogyakarta: Ombak.



[1]http:/www. Scribd. Com/ doc/ 534005586/ 39/ pengertian-profsi-dan-ciri-cirinya.
[2]Umbu Tagela Ibi Leba dan Sumardjono Padmomartono, “Profesi Pendidikan”, (Yogyakarta: Ombak, 2014), hlm. 125.
[3]Ali Mudlofir, “Pendidikan Profesional (Konsep, Srtategi dan Aplikasinya dalam Peningkatan Mutu Pendidikan di Indonesia)”, (Jakarta: PT Rajagrafindo Persada, 2012), hlm. 40.
[4]http://Sherlyvhandayani.blogspot.com/2014/10/pengertian-fungsi-jenis-peranan-dan.html.
[5]R. Rizal Isnanto, “Buku Ajar Etika Profesional”, (Semarang:Universitas Diponegoro , 2009), hlm. 15.
[6]R. Rizal Isnanto, “Buku Ajar Etika Profesional.... hlm. 16.
[7]Radenmasyonatanpandukristanto.blogspot.co.id/2015/03/hubungan-antara-etika-dan-kode-etik.html?m=1.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar