Rabu, 07 Maret 2018

Kriteria Guru Yang baik



PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
Guru merupakan kunci pendidikan. Guru juga merupakan figur motivator dan inspirator bagi muridnya untuk mengukir masa depannya. Jika guru mampu menjadi sumber motivator dan inspirasi bagi anak didiknya, maka hal itu akan menjadi kekuatan anak didiknya dalam mengejar cita-citanya di masa depan.
Peran guru sangat vital bagi pembentukan kepribadian, cita-cita dan visi misi yang menjadi impian setiap peserta didik. Dibalik kesuksesan murid, selalu ada figur guru yang memberikan insipasi dan motivasi besar pada dirinya sebagai sumber stamina dan energi untuk selalu belajar dan bergerak menuju ketertinggalan, menggapai kemajuan, menorehkan prestasi.
Di sinilah urgensi melahirkan guru-guru berkualitas, guru-guru yang memiliki figur baik, yang mampu dijadikan teladan, guru-guru yang ideal dan inovatif. Jika guru-guru yang berinteraksi dengan murid-murid kurang profesional, kreatif, dan produktif, maka anak didik akan melahirkan kader penerus bangsa yang malas dan pesimis menghadapi masa depan.
Konteks inilah yang menjadi landasan bahwa guru-guru yang berkualitas, yang memiliki kriteria yang baik yang mampu dijadikan teladan dan inspirasi bagi setiap peserta didik menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda untuk mengubah masa depan bangsa ke arah kemajuan.

B.  Rumusan Masalah
1.    Bagaimana pengertian guru yang baik?
2.    Apa saja etika guru yang baik?






BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian guru yang baik
Guru adalah orang yang memfasilitasi alih ilmu pengetahuan dari sumber-sumber belajar kepada peserta didik. Sementara, masyarakat memandang guru sebagai orang yang melaksanakan pendidikan di sekolah, masjid, mushala, atau tempat-tempat lain. Semua pihak sependapat bila guru memegang peranan amat penting dalam mengembangkan sumber daya manusia melalui pendidikan.[1]
Guru yang baik adalah sosok guru yang mampu mejadi panutan dan selalu memberikan keteladanan. Ilmunya seperti mata air yang tidak pernah habis. Semakin diambil, semakin jernih airnya. Mengalir bening dan menghilangkan rasa dahagabagi siap saja yang meminumnya. Guru yang baik yang diperlukan saat ini adalah guru yang memahami profesinya sebagai guru.[2]

B.  Kriteria guru yang baik
Menurut Wijaya Kusuma (2009), bahwa guru yang baik digambarkan dengan ciri-ciri sebagai berikut :
1.    Guru yang baik adalah guru yang mempunyai kompetensi tinggi dengan banyak membaca, menulis, dan meneliti. Guru yang baik adalah figur yang senang dengan pengembangan diri terus menerus dan tidak merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki.
2.    Mempunyai moral yang baik, bisa menjadi teladan, dan memberi contoh perbuatan, tidak sekedar menyuruh dan berorasi.
3.    Mempunyai skill yang memadai untuk berkompetisi dengan elemen bangsa yang lain dan sebagai sumber inspirasi dan motivasi kepada anak didik.
4.    Mempunyai kreativitas dan inovasi tinggi dalam mengajar sehingga menarik dan memuaskan anak didik.
5.    Mempunyai tanggung jawab sosial dengan ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan problem-problem sosial kemasyarakatan.[3]

Menurut Gilbert H. Hunt, bahwa guru yang baik memiliki tujuh kriteria yaitu :
1.    Sifat. Guru yang baik memiliki sifat-sifat antusias, stimulatif, mendorong siswa untuk maju, hangat, berorientasi pada tugas dan bekerja keras, toleran, sopan, bijaksana dan bisa dipercaya, fleksibel dan mudah menyesuaikan diri, demokratis, penuh harapan bagi murid, tidak semata-mata mencari reputasi pribadi, mampu mengatasi stereotip murid, bertanggung jawab terhadap kegiatan belajar murid, mampu menyampaikan perasaannya dan memiliki pendengaran yang baik.
2.    Pengetahuan. Guru yang baik memiliki pengetahuan yang memadai dalam mata pelajaran yang diampunya dan terus mengikuti kemajuan dalam bidang ilmunya itu.
3.    Apa yang disampaikan. Guru yang baik juga memberi jaminan bahwa materi yang disampaikannya mencakup semua unit bahasa yang diharapkan siswa secara maksimal.
4.    Bagaimana mengajar. Guru yang baik menjelaskan berbagai informasi secara jelas dan terang, memberi layanan yang variatif, menciptakan dan memelihara momentum, mendorong siswa untuk berpartisipasi, memonitor bahkan mendatangi siswa, menghindari kesukaran yang komplek dengan menyederhanakan sajian informasi, melibatkan murid dalam tutorial atau pengajaran sebaya.
5.    Harapan. Guru yang baik mampu memberi harapan kepada muridnya, membuat murid akuntabel dan mendorong partisipasi orang tua dalam memajukan kemampuan akademik muridnya.
6.    Reaksi guru terhadap murid. Guru yang baik biasa menerima berbagai masukan, resiko dan tantangan, selalu memberikan dukungan pada muridnya, bijaksana terhadap kritik murid, menyesuaikan dengan kemajuan-kemajuan murid.
7.    Manajemen. Guru yang baik juga harus mampu menunjukkan keahlian dalam perencanaan, mengorganisasi kelas, mampu memelihara waktu bekerja serta menggunakannya secara efisien dan konsisten.

Menurut pendapat lain bahwa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah :
1.    Guru yang baik adalah guru yang waspada secara profesional. Ia terus berusaha untuk menjadikan masyarakat sekolah menjadi tempat yang paling baik bagi anak-anak muda.
2.    Guru yang baik yakin akan nilai atau manfaat pekerjaannya. Guru yang baik akan terus menerus berusaha memperbaiki dan meningkatkan mutu pekerjaannya.
3.    Guru yang baik tidak lekas tersinggung oleh larangan-larangan dalam hubungannya dengan kebebasan pribadi.
4.    Guru yang baik memiliki seni dalam hubungan-hubungan manusiawi yang diperolehnya dari pengamatannya tentang bekerjanya psikologi, biologi dan antropologi kultural di dalam kelas.
5.    Guru yang baik berkeinginan terus tumbuh. Mereka sadar bahwa dibawah pengaruhnya, sumber-sumber manusia dapat berubah nasibnya.[4]








BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Guru yang baik yaitu gurur yang mampu memjadidan selalu memberi keteladanan selain itu guru yang diperlukan saat inu adalah guru yang memenuhi profesinya sebagai guru.
2. Etika gurubyang baik menurut wijaya kususma dan gilbart H hunt yaitu guru yang memiliki sifat yang baik, memiliki pengetahuan yang luas, memiliki manajemen yang baik dan memiliki sill untuk diajarkan ke peserta didiknya.




























DAFTAR PUSTAKA
Asmani, Jamal Ma’mur. 2009. Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan  Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Rachmawati,Tutik dan Daryanto. 2013. Penilaian Profesi Guru dan Angka            Kreditnya. Yogyakarta: Gava Media.
Rusdiana,A dan Yeti Heryati. 2015.  Pendidikan Profesi Keguruan (Menjadi          Guru Inspiratif dan Inovatif. Bandung: Pustaka Setia.



[1]Jamal Ma’mur Asmani, Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif, Cet. 1, (Yogyakarta: Diva Press, 2009), hlm. 20.
[2]A. Rusdiana dan Yeti Heryati, Pendidikan Profesi Keguruan (Menjadi Guru Inspiratif dan Inovatif), Cet.1, (Bandung: Pustaka Setia, 2015), hlm. 45.
[3]Jamal Ma’mur Asmani, Tips Menjadi Guru Inspiratif, Kreatif, dan Inovatif,..., hlm.31.
[4]Tutik Rachmawati, Daryanto, Penilaian Profesi Guru dan Angka Kreditnya, Cet. 1, (Yogyakarta: Gava Media, 2013), Hlm. 10.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar